Friday, 27 May 2016

Menanti Kejutan The Rising Star Di BCA Indonesia Open


Baru saja kita menyaksikan punggawa Thomas dan Uber Cup kita berlaga di ajang tersebut pekan lalu. Dari sana kita melihat peta kekuatan pemain bulutangkis Indonesia dibandingkan negara-negara adidaya bulutangkis lainnya. Satu hal yang cukup menggembirakan, penampilan apik Tim Thomas mengantar jawara pelatnas kita hingga ke partai final. 



Kemeriahan BCA Indonesia Open 2015 (Image:bwfworldsuperseries.com)
Tommy Sugiarto, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa terpaksa harus mengakui kekalahan dan merelakan Piala Thomas kembali berziarah ke negeri nun jauh Denmark dari negeri asalnya Indonesia.

Wednesday, 20 April 2016

Nafas Kedua Sony Dwi Kuncoro

Sonny Dwi Kuncoro dan Safitri. (Image:bola.com)

Sesekali dia melirik Safitri Gading, wanita cantik yang mendampinginya bertanding tatkala bola dinyatakan out. Dia hendak mengatakan, "Out melulu sayang. Mungkin bukan hari keberuntungan kita."

Tetapi, wanita cantik yang tak lain adalah istri sekaligus pelatih dan managernya itu menyorot tajam. Dia seolah mengatakan, "Kamu bisa. Sekaranglah saatnya!"

Saturday, 20 June 2015

Mempertanyakan Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia


Kebanggaan prestasi bulu tangkis nasional saat ini hanya bertumpu pada satu dua sosok. Selain ganda putra andalan Markis Kido/Hendra Setiawan, ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir, pemain lain yang menjadi tulang punggung olahraga fanatik kedua di tanah air setelah sepak bola itu kian melesu.


Markis Kido/Hendra Setiawan
Padahal, masyarakat nasional menaruh harapan besar pada cabang olahraga tersebut. Merajanya Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Ardi Wiranata, Heryanto Arbi, Hendrawan, Rexi Mainaky/Ricky Subagya, Candra Wijaya/Tony Gunawan tidak sanggup menginspirasi prestasi terbaik penghuni pelatnas.

Monday, 9 March 2015

Fenomena Marin: Daya Juang menjadi Juara


Caroline Marin (Image: http://sports.ndtv.com)

Sebelum bentrok di partai final All England tahun ini, Caroline Marin versus Saina Nehwal sudah tiga kali saling berhadapan. Posisi head to head 3:0 untuk Saina Nehwal. Hal ini berbeda ketika Marin beradu dengan tunggal putri dunia lainnya seperti Wang Yihan (Tiongkok), Tai Tzu Ying (China Taipei), Sindhu PV (India), bahkan Li Xuerui (Tiongkok) sekalipun. Marin telah saling kalah mengalahkan.

Di atas kertas, Nehwal memang patut merasa unggul. Terutama ketika Nehwal tampil dominan pada babak pertama, saat keduanya kembali bentrok di partai puncak All England tahun ini. Dominasi itu bahkan sempat terulang pada awal babak kedua sebelum akhirnya Marin berbalik unggul dan mengakhiri babak kedua 21-14. Marin lalu menyudahi perhelatan puncak tunggal putri dan keluar sebagai jawara setelah menundukkan Nehwal 21-7 pada babak penentuan.