Saturday, 4 June 2016

Tunggal Putra Indonesia di Mata Lee Chong Wei


Lee Chong Wei (Image: Okezone)

Ikhsan Maulana Mustofa harus mengakui keunggulan Lee Chong Wei dua set langsung (9-21 18-21) pada laga semifinal tunggal putra BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 di Istora Senayan pada Sabtu (4/6/2016).


Menilik permainan pada babak pertama, Ikhsan nampak tidak akan memberikan perlawanan. Pertandingan bakal berjalan tidak berimbang. Chong Wei benar-benar menunjukkan dominasinya.


Chong Wei mendapat banyak point dari smash keras.Tak satu pun bola smash keras itu dapat dikembalikan Ikhsan pada babak pertama.

Polanya sama.  Ketika bola diangkat tinggi ke sisi kanan, Chong Wei tidak perlu berlama-lama untuk menaklukkan pergerakan Ikhsan dengan jumping smash.

Sebaliknya, serangan Ikhsan dengan jumping smash seolah-oleh tidak ada artinya buat Ikhsan. Chong Wei enteng mengembalikan shuttlecock ke bidang kosong dan memaksa Ikhsan menghadirkan mimpi buruk bagi dirinya karena penggembaliannya menjadi tanggung. Chong Wei benar-benar tampil elegan.

Memasuki babak kedua, Ikhsan rupanya tak kadung malu. Dia bangkit. Tidak mau menyerah. Dukungan penggemar bulutangkis Tanah Air yang membuncah, memompa semangat Ikhsan untuk menghadirkan perlawanan.

Babak kedua berjalan alot. Ikhsan bahkan sempat memimpin pada kedudukan 8 - 6. Selanjutnya terjadi kejar mengejar angka.

Ikhsan cukup piawai bermain. Kali ini dia memaksa Chong Wei bermain bola datar. Ikhsan terus mencerca bidang kiri Chong Wei yang menyebabkan beberapa kali pengembalian Chong Wei menyangkut net. Beberapa kali pula bola tanggung Chong Wei dilahap Ikhsan.

Berbeda pula dengan babak pertama, smash keras Chong Wei kali ini dapat diantisipasi dengan baik. Juga tak segan Ikhsan beradu net dengan peringkat kedua dunia asal Malaysia tersebut.

Cukup menghibur memang, jika tidak mau dibilang seru. Karena memang hanya Ikhsan satu-satunya pemain Indonesia yang masih bertanding. Kendati akhirnya harus tergusur pula.

Pada Konferensi Pers usai memetik kemenangan, Chong Wei memberi penilaian pada permainan Ikhsan. "Dia masih muda dan butuh banyak kompetisi untuk mengasah kemampuan bermainnya. Tetapi, satu dua tahun lagi, kita akan melihat dia di daftar peringkat sepuluh besar. Dia punya potensi," katanya.

Chong Wei melanjutkan, tipe permainan Ikhsan hampir sama seperti seniornya Taufik Hidayat. Tipe permainan dia menyerang. Kalau dia terlibat terus dalam kompetisi dunia, tidak diragukan lagi dia akan menjadi salah satu pemain top dunia.

"Kejar mengejar point di babak kedua itu wajar-wajar saja dalam sebuah permainan. Ikhsan mampu tampil percaya diri pada babak kedua, dia menyerang, dan beberapa kali karena faktor angin," katanya soal penampilannya di babak kedua.

Chong Wei mengakui, pihaknya memang mengamati perkembangan tunggal putra Indonesia saat ini. Ada tiga nama sekurang-kurangnya yang patut diperhitungkan ke depan, yakni Ikhsan, Anthony Ginting, dan Jonathan Chistie. Ketiga tunggal tersebut, lanjut dia, hanya membutuhkan jam terbang di kompetisi dunia sebelum akhirnya bakal menempati rangking top dunia.

Perkataan Chong Wei ini nampaknya menggarisbawahi betapa pentingnya menyelengarakan ajang turnamen bulutangkis kelas dunia di Tanah Air untuk mencetak para juara. BIOSSP 2016 adalah salah satunya. Melalui BIOSSP 2016, pemain muda Indonesia dapat berhadapan dan menimba pengalaman dari pemain top dunia.

Dan Chong Wei, dia akan mengejar rekor gelar keenam bagi dirinya di ajang ini. Setelah itu, masih ada tahun depan dan barangkali menjadi yang terakhir baginya.(*)



No comments:

Post a Comment