![]() |
| Lee Yong Dae (Image: Okezone) |
Sekejab histeria penonton memekakkan telinga pada jeda paruh pertama pertemuan Lee Yong Dae/ Yoo Seong Yon versus ganda putra Denmark di semifinal BCA Indonesia Open Superseries Premier ("BIOSSP) 2016 pada Sabtu (4/6).
Sebuah kejutan "spesial" datang dari Lee Yong Dae. Tanpa sungkan, sang idola itu mengganti baju di tengah ribuan pasang mata. Lalu, histeria itu pun berkumandang. Panjang. Dari suara pekik melengking para wanita yang mengidolakan sosok Lee.
Penampilan Yong Dae memang merupakan daya tarik tersendiri bagi BIOSSP 2016. Harus
diakui, dia memiliki banyak penggemar di Tanah Air. Setiap penampilannya -
bertahan, smash, drive - selalu mengundang histeria. Apapun itu, hingga bola
menyangkut di net, tetap saja histeria meengiringinya.
Yong Dae adalah pengobat rindu. Setelah semua pemain
Indonesia berguguran, sosok berikut yang menjadi daya tarik adalah Yong Dae.
Lantas, Yong Dae menjadi figur penting yang membuktikan
bahwa setiap pertandingan bulutangkis internasional yang terjadi di Istora
selalu meninggalkan kesan manis, tentang betapa fanatiknya penggemar
bulutangkis Tanah Air.
"Saya sangat senang ketika kembali ke Indonesia, dan
selalu rindu untuk kembali ke sini. Selain merasa didukung, kehadiran fans
tersebut merupakan beban tersendiri karena saya merasa harus menghadirkan
kemenangan bagi mereka," ujar Yong Dae pada Konferensi Pers, usai
memastikan melangkah ke final.
Yong Dae pun berkisah. "Banyak fans Indonesia yang
berusaha menyapa saya. Mereka menunggu di hotel. Ada banyak bingkisan dan
hadiah yang diberikan kepada saya. Tetapi yang paling berkesan adalah hadiah
dari seorang fans yang mengkompilasi foto-foto kemenangan saya dari turnamen ke
turnamen sejak saya masih kecil hingga sekarang," akunya.
Sebetik pertanyaan nakal dilontarkan kepada Yoo Seong Yong.
"Apakah dirinya merasa terganggu sebagai pasangan ganda Yong Dae mengingat
Yong Dae punya banyak fans di Indonesia?"
Yoo tersenyum. Sejenak dia berpikir. Lalu muncul jawaban.
"Bagi saya, dukungan yang diberikan kepada Yong Dae juga adalah dukungan
buat saya."
Mari kembali ke hasil semifinal saat ini. Indonesia harus
gigit jari. Ikhsan Maulana, satu-satunya wakil Indonesia di semifinal, harus
mengakui dominasi Lee Chong Wei.
Lalu, Yong Dae harus kembali menjadi daya tarik untuk partai
final, Minggu (5/6). Siapa pun lawan
Yong Dae, mereka harus berjuang, tidak saja di lapangan, tetapi juga terhadap
fanatisme fans atas Yong Dae.
Lihat saja apa yang dilakukan para fans Yong Dae pada laga
semifinal hari ini. Mereka riuh berteriak, "Go Home Denmark, Go Home
Denmark." Teriakkan itu bak nyanyian, yang meriuhkan, tetapi menyakitkan
mungkin untuk ganda Denmark. Lain waktu, "Back Home Denmark. Back Home
Denmark."
Mungkin saja, ada sedikit campuran luka batin karena tim
Thomas Indonesia harus menyerah dari Tim Denmark pada laga final Thomas Cup.
Yang pasti, BIOSSP 2016 membutuhkan Lee Yong Dae untuk
kemeriahannya. #EaaForIndonesia #RinduJuara #1Istora.

No comments:
Post a Comment