Thursday, 2 June 2016

Akankah Ada Kejutan Lagi dari Jonatan Chistie dan Tiara/Rizki?

Tiara/Rizki (image:metrotvnews.com)
Pada temu blogger 27 Mei lalu, Yuni Kartika, mantan atlet tunggal putri, sekarang Humas PBSI, mengatakan, tumpuan Indonesia pada BIOSSP kali ini adalah ganda putra dan ganda campuran. Mengingat, dua kategori tersebut dihuni oleh pasangan kuat Hendra/Akhsan, Tantowi/Lilyana, Jordan/Debby, atau Marcus/Kevin, dan Angga/Ricky.


Hingga memasuki perempat final, andalan Indonesia tersebut harus berguguran. Di luar prediksi, namun bukan hal baru karena apapun bisa saja terjadi di lapangan.

Tetapi, ada harapan lain yang terbersit dari penampilan Jonathan Christie. Tunggal termuda pada pasukan Thomas Cup kali lalu itu tampil tangguh di hadapan Lin Dan, salah satu maestro bulutangkis dunia.

Jonathan mengakui, dia terkejut mampu mengalahkan salah satu legenda dan pemain idolanya tersebut. Bagi dia, di atas kertas Lin Dan masih setingkat di atas dia. Namun, tanpa segan, tanpa cacat, dia membuat kejutan. "Saya berusaha bermain dengan tempo cepat, yang memang tidak disukai Lin Dan. Strategi ini berhasil," katanya.

Lain lagi cerita Tiara/Rizki. Tanpa pernah masuk dalam perhitungan, apalagi harus berhadapan dengan ganda putri kuat asal Tiongkok, Tian Qing/Zhao Yunlei.

Tiara/Rizki yang dibina pelatih dan manyan atlet Eng Hian itu bahkan tertegun tatkala konferensi pers karena merasa masih bermimpi dapat mengalahkan pasangan unggulan keempat tersebut.

Menilik hasil sementara ini, fenomena tumbangnya para juara, mengetengahkan persaingan yang ketat antara para pemain.  Status juara bertahan dan unggulan utama bukan merupakan jaminan bakal mulus hingga ke babak utama. Bahkan, oleh pemain yang bukan unggulan, terbilang yunior, seorang unggulan bisa saja menahan malu karena harus gulung tikar lebih awal.

Jika ajang ini adalah sebuah sekolah kemanusiaan, tempat spirit dan nilai-nilai kehidupan dirayakan, pembelajaran pertama adalah setiap orang berhak untuk sukses dan menjadi yang terbaik.

Para unggulan dan pemain dengan rangking terbaik tidak menjamin bahwa mereka akan sukses. Pemain yang mulai dari babak kualifikasi, yang yunior, bahkan belum punya reputasi untuk disegani tidak serta merta langsung keok di babak pertama.

Karena itu, tidaklah boleh segan dengan segala macam prestasi dan pencapain yang diraih seseorang. Anda dapat menjadi juara dan melangkah ke tempat yang lebih baik. Nasib, keberuntungan, dan pencapaian Anda, ada di tangan Anda sendiri.

Kedua, mari terus mengasah dan jangan lengah. Para unggulan dan pemain dengan rangking terbaik bisa saja tergelincir oleh sikap lengah dan menganggap enteng lawan.

Sambil terus mendukung Jonatan Christie dan ganda putri Tiara/Rizki - mudah-mudah dewi fortuna berpihak pada mereka di babak selanjutnya, dan kita berharap ada wakil Indonesia di final melalui kejutan yang dipersembahkan kedua talenta pelapis Pelatnas ini - kita perlu terus menimba dari pengalaman demi pengalaman, arena ke arena. Hidup adalah pembelajaran tanpa henti! #EaaForIndonesia #RinduJuara #1Istora

No comments:

Post a Comment