Wednesday, 20 April 2016

Nafas Kedua Sony Dwi Kuncoro

Sonny Dwi Kuncoro dan Safitri. (Image:bola.com)

Sesekali dia melirik Safitri Gading, wanita cantik yang mendampinginya bertanding tatkala bola dinyatakan out. Dia hendak mengatakan, "Out melulu sayang. Mungkin bukan hari keberuntungan kita."

Tetapi, wanita cantik yang tak lain adalah istri sekaligus pelatih dan managernya itu menyorot tajam. Dia seolah mengatakan, "Kamu bisa. Sekaranglah saatnya!"

Saturday, 20 June 2015

Mempertanyakan Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia


Kebanggaan prestasi bulu tangkis nasional saat ini hanya bertumpu pada satu dua sosok. Selain ganda putra andalan Markis Kido/Hendra Setiawan, ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir, pemain lain yang menjadi tulang punggung olahraga fanatik kedua di tanah air setelah sepak bola itu kian melesu.


Markis Kido/Hendra Setiawan
Padahal, masyarakat nasional menaruh harapan besar pada cabang olahraga tersebut. Merajanya Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Ardi Wiranata, Heryanto Arbi, Hendrawan, Rexi Mainaky/Ricky Subagya, Candra Wijaya/Tony Gunawan tidak sanggup menginspirasi prestasi terbaik penghuni pelatnas.

Monday, 9 March 2015

Fenomena Marin: Daya Juang menjadi Juara


Caroline Marin (Image: http://sports.ndtv.com)

Sebelum bentrok di partai final All England tahun ini, Caroline Marin versus Saina Nehwal sudah tiga kali saling berhadapan. Posisi head to head 3:0 untuk Saina Nehwal. Hal ini berbeda ketika Marin beradu dengan tunggal putri dunia lainnya seperti Wang Yihan (Tiongkok), Tai Tzu Ying (China Taipei), Sindhu PV (India), bahkan Li Xuerui (Tiongkok) sekalipun. Marin telah saling kalah mengalahkan.

Di atas kertas, Nehwal memang patut merasa unggul. Terutama ketika Nehwal tampil dominan pada babak pertama, saat keduanya kembali bentrok di partai puncak All England tahun ini. Dominasi itu bahkan sempat terulang pada awal babak kedua sebelum akhirnya Marin berbalik unggul dan mengakhiri babak kedua 21-14. Marin lalu menyudahi perhelatan puncak tunggal putri dan keluar sebagai jawara setelah menundukkan Nehwal 21-7 pada babak penentuan.

Monday, 11 March 2013

Selamat buat Tantowi/Liliyana

Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir (image:solopos.com)

Saya mengaggumi Chen Long ketika menundukkan Lee Chong Wei (21-17 dan 21 18) pada partai puncak tunggal putra ajang All England 2013 tahun ini. Saya pikir, inilah partai klimaks. Sesudahnya itu, citarasa All England saya akan tersakiti oleh partai berikut. Ganda campuran: Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir versus Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Pertama, kendati tampil sebagai juara bertahan untuk turnamen ini, tidaklah menjamin bahwa Tantowi/ Liliyana bakal mengulang kesuksesannya pada tahun lalu. Apalagi, lawannya adalah Cina, negara yang selalu jadi dominan dalam setiap ajang bergengsi bulu tangkis dalam lima tahun terakhir.