![]() |
| Sonny Dwi Kuncoro dan Safitri. (Image:bola.com) |
Wednesday, 20 April 2016
Nafas Kedua Sony Dwi Kuncoro
Labels:
badminton,
bulu tangkis,
Singapura Open,
sonny Dwi Kuncoro
Saturday, 20 June 2015
Mempertanyakan Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Kebanggaan prestasi bulu tangkis nasional saat ini hanya bertumpu pada satu dua sosok. Selain ganda putra andalan Markis Kido/Hendra Setiawan, ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir, pemain lain yang menjadi tulang punggung olahraga fanatik kedua di tanah air setelah sepak bola itu kian melesu.
![]() |
| Markis Kido/Hendra Setiawan |
Monday, 9 March 2015
Fenomena Marin: Daya Juang menjadi Juara
![]() |
| Caroline Marin (Image: http://sports.ndtv.com) |
Sebelum bentrok di partai final All England tahun ini, Caroline Marin versus Saina Nehwal sudah tiga kali saling berhadapan. Posisi head to head 3:0 untuk Saina Nehwal. Hal ini berbeda ketika Marin beradu dengan tunggal putri dunia lainnya seperti Wang Yihan (Tiongkok), Tai Tzu Ying (China Taipei), Sindhu PV (India), bahkan Li Xuerui (Tiongkok) sekalipun. Marin telah saling kalah mengalahkan.
Di atas kertas, Nehwal memang
patut merasa unggul. Terutama ketika Nehwal tampil dominan pada babak pertama,
saat keduanya kembali bentrok di partai puncak All England tahun ini. Dominasi
itu bahkan sempat terulang pada awal babak kedua sebelum akhirnya Marin
berbalik unggul dan mengakhiri babak kedua 21-14. Marin lalu menyudahi
perhelatan puncak tunggal putri dan keluar sebagai jawara setelah menundukkan
Nehwal 21-7 pada babak penentuan.
Labels:
All England,
badminton,
bulu tangkis,
Caroline Marin
Monday, 11 March 2013
Selamat buat Tantowi/Liliyana
| Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir (image:solopos.com) |
Saya mengaggumi Chen Long ketika menundukkan Lee Chong Wei (21-17 dan 21 18) pada partai puncak tunggal putra ajang All England 2013 tahun ini. Saya pikir, inilah partai klimaks. Sesudahnya itu, citarasa All England saya akan tersakiti oleh partai berikut. Ganda campuran: Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir versus Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Pertama, kendati tampil sebagai juara bertahan untuk turnamen ini, tidaklah menjamin bahwa Tantowi/ Liliyana bakal mengulang kesuksesannya pada tahun lalu. Apalagi, lawannya adalah Cina, negara yang selalu jadi dominan dalam setiap ajang bergengsi bulu tangkis dalam lima tahun terakhir.
Labels:
All England,
badminton,
bulu tangkis,
Liliyana Natsir,
Tantowi Ahmad
Subscribe to:
Posts (Atom)


