Monday, 11 January 2010

SAMBA versus TANGO: Bersama atau Sendiri Kita Bisa!

Diego Armando Maradona tengah merayakan kemenangan Argentina atas Skotlandia (1-0), di Hamden Park, Glasgow, Skotlandia. Di lain pertandingan, Tim Samba Brasil melumat Portugal dengan skor telak (6-2). Kemenangan Argentina dan Brasil sangat berarti buat dua pelatih di dua tim Amerika Latin yang paling banyak penggemar fanatiknya. Gol Maxi Rodriguez ke gawang McGregor membuat pesimisme yang gencar diceletukkan terhadap Maradona mendadak sirna. Sementara itu, Dunga bernapas lega. Kemenangan telak Brasil atas Portugal memupus keraguan atas anak asuhnya yang miskin gol dalam beberapa pertandingan terakhir.
Skotlandia dan Portugal bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Skotlandia pernah dua kali menjadi kampiun Piala Dunia dan sering menjegal tim kuat Amerika Latin lainnya, seperti Paraguay, Meksiko, tak terkecuali Argentina dan Brasil. Sementara itu, Portugal disegani sebagai “Samba” Eropa yang bertabur bintang dunia, seperti Christian Ronaldo, Deco, Nani, dan Simao Sabrosa. Partai persahabatan tersebut sudah cukup memberi parameter soal “upgrade” kekuatan dua raja lapangan hijau dari Amerika Latin tersebut.
Tim Tango Argentina belum banyak berubah. Sekalipun gol Rodriguez lahir dari sebuah kerjasama tim, Tango masih butuh banyak pembenahan. Karakter Tango tidak sekuat Sang Pelatih. Kalau boleh jujur, penonton yang menyaksikan laga tersebut cenderung terhisap oleh pamor bintang Maradona, daripada menyaksikan pertandingan. Argentina dalam 90 menit di Hamden Park hanya muncul sebagai mikro organisme dari sosok raksasa Maradona.
Samba berhasil keluar dari pesona individual dan tampil penuh sebagai tim yang solid. Kaka, Robinho, Fabiano, Elano, bahkan si bengal Adriano berhasil mengalahkan diri sendiri dan meluruh bersama tim. Sang pelatih Dunga tidak pernah melupakan posisinya sebagai libero, saat masih membela Samba. Saat itu dirinya terus berteriak agar Rivaldo, Ronaldo, bahkan Ronaldinho supaya lebih berbagi bola dan mengutamakan hasil akhir daripada menampilkan pesona individual. Kerjasama tim inilah yang sedang dibenahi Dunga.
Samba adalah atom Demokritus, sedangkan Tango adalah monade Leibniz. Atom Demokritus mengutamakan peluruhan individu. Harmonisasi masyarakat hanya bisa tercapai jika setiap individu meluruhkan diri, rela berbagi, dan menjalani peran untuk saling melengkapi.(*)

No comments:

Post a Comment