Penikmat bola akhir pekan ini dimanjakan dengan adu gengsi Manchester United (MU) dan Chelsea. Seorang pendukung fanatik akan kalap mata untuk menjagokan tim kesayangannya. Tetapi, jika dipadankan secara realistis, pemenang adu gengsi itu sulit terprediksi. Entah Ferguson, atau Scolari adalah pelatih berpeluru, nyaris tanpa cacat dalam meramu amunisi demi membendung serangan lawan, menghadirkan kemenangan, tanpa lupa pada permainan indah.
Di penghujung tahun lalu, MU keluar sebagai juara dunia antarklub di International Stadium Yokohama, Jepang, menundukkan wakil Amerika Latin, Liga de Quito dari Ekuador, 1-0. MU hadir di Yokohama setelah meraih tropi Liga Champions, dan Juara Liga Premier Inggris. Berdasarkan catatan majalah Forbes, MU adalah klub dengan nilai kekayaan tertinggi. Setan Merah, julukan klub tersebut diperkirakan memiliki aset sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 16,6 triliun. Nilai tersebut terpaut cukup jauh dari Real Madrid diurutan kedua dengan total kekayaan US$ 1,285 miliar atau sekitar Rp 12 triliun. Sementara itu, Arsenal di tempat ketiga hanya membukukan kekayaan sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 11 triliun, terpaut Rp 5,6 triliun dari MU.
Belum ada tokoh yang bisa menggantikan peran Ferguson sebagai pelatih MU. Opa bertangan dingin itu sudah 21 tahun malang melintang sebagai pelatih MU dan telah mempersembahkan 20 gelar bergengsi---17 Premier League dan 3 Liga Champions ---bagi Setan Merah. Selain itu, sudah banyak pemain bertalenta, berkelas, dan menjadi langganan tim nasional lahir dari besutannya.
Chelsea memang berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Premier Inggris. Setelah setengah musim lalu sempat menguasai perebutan nilai di peringat pertama, penampilan Chelsea beranjak menurun. Tidak ada angka fantastis lagi dari kemenangan demi kemenangan yang di berbagai turnamen. Chelsea malah dijuluki klub spesialis pemain pension, karena sebagian besar pemainnya beranjak tua dan ingin berakhiri karier profesional sebagai pesepak bola bersama Chelsea. Seorang Scolari bahkan dirundung isu tidak sedap oleh obsesi Abrahamovich yang ingin menyulap mesin duitnya itu menjadi raksasa sepak bola di Inggris dan Eropa.
Deco, Frank Lampard, Didier Drogba, Nikolas Anelka, Joe Cole, Balack, John Terry bukanlah pemain yang mudah takluk. Sekalipun sudah berumur, determinasi dan daya gedor mereka masih garang. Sementara itu, pemain seumuran mereka di pasukan Setan Merah mungkin hanya segelintir, seperti Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Edwin van der Sar, dan Paul Scholes. Selain itu, MU bertaburan bintang muda yang energik, tak terbendung, dan penuh kejutan.
Perbedaan usia bukan merupakan ukuran untuk sebuah kemenangan. Pasalnya, pertarungan peringkat kedua dan ketiga di Liga Inggris itu adalah adu gengsi. Seorang kompetotir sejati tidak akan pernah menyerah dari pesaingnya. Untuk sebuah kepuasan yang ditendang dari suntikan gengsi, Chelsea sangat berambisi melumat MU. Kemenangan itu sejenak akan melupakan gairah bertanding, karena seolah-olah sudah mengakhiri Liga Inggris dengan mengalahkan musuh bebuyutan. MU pun berpikir soal yang sama. Menamatkan Chelsea merupakan harga mati, seperti menutup liga sebelum pesta berakhir.
Kecerobohan MU adalah emosionalitas, sedangkan kelengahan Chelsea adalah determinasi. Chelsea mau tidak mau harus lebih dulu menciptakan gol, sebelum bisa merecoki permainan Setan Merah dengan mengulak-ulak emosi pemain muda MU. Namun, Chelsea perlu kerja keras meredam penampilan hot Rooney, Ronaldo, Anderson, Teves, Nani, dan mata bor asal Korea Selatan Park Ji-Sung. Sayangnya, determinasi Chelsea akhir-akhir ini sering kedodoran. Di lain pihak, stabilitas emosi dan kekompakan MU semakin padu. Chelsea lebih berharap pada faktor keberuntungan, sedangkan MU terancam digerogoti oleh kepercayaan diri yang berlebihan. Neraca inilah yang mesti dipertahankan dua rivalitas tersebut, jika ingin menjadi sang pemenangnya.
Bolehlah berkompetisi, mengalahkan pesaing, tetapi keseimbangan emosi dan moral tetap harus terjaga. Menjadi pemenang dengan jiwa bersih lebih baik ketimbang mengalahkan lawan dengan tangan kotor.Amanat utama!
No comments:
Post a Comment